WA IndoSBOBET88

+855 976 819 167

SMS IndoSBOBET88

0852 1182 6836

BBM IndoSBOBET88

2BD74C5C

Line IndoSBOBET88

indosbobet88

Selamat datang di Indosbobet88.org Partner resmi dari sbobet online yang akan membantu anda dengan mudah untuk melakukan proses pendaftaran , deposit , withdraw tercepat hanya 2 menit , minimal deposit 50ribu , cashback sd 10%

Musim Buruk Manchester City

oleh

Musim Buruk bagi Manchester City

Musim ini menjadi musim yang buruk bagi Manchester City. Meski mendatangkan pelatih kawakan Josep Guardiola, tidak ada satu gelar pun mampir ke Etihad Stadium.

Dengan lolos ke zona Champion, memang City mempersiapkan diri sebaiknya-baiknya di awal musim. City mendatangkan berbagai pemain baru awal musim. Pemain bagus seperti John Stones, Ilkay Guendogan, Claudio Bravo, Gabriel Jesus, Nolito, dan Leroy Sane didatangkan untuk memperkuat jajaran pemain.

Tidak berhenti sampai di situ. Pelatih kawakan Josep Guardiola pun didatangkan. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen ini memang bergelimang gelar. Wajar jika kedatangan Pep dianggap akan memberikan banyak gelar pula bagi City.

Namun, tampaknya hal itu belum menjadi jaminan suksesnya City. Di Liga Champion, mereka tersingkir dari AS Monaco di babak 16 besar. Di Piala FA, mereka disingkirkan Arsenal pada babak semifinal.

Kesialan tak berhenti sampai disana. Gelar liga pun diambil oleh Chelsea yang dipimpin Conte. Paling bagus, City hanya akan berada di posisi ketiga liga di akhir musim.

Manuel Pellegrini.

Manuel Pellegrini

Manajer City musim lalu, Manuel Pellegrini, menjadi salah satu korban demi ambisi mendatangkan Guardiola. Pelatih ini padahal masih menyumbang juara Piala FA musim lalu.

Maklum, Pellegrini memang bukan pilihan utama City.

Sejak 2012, pemilik klub sudah ingin mendatangkan Guardiola, tetapi Pep masih memiliki kontrak bersama Munchen. Sambil menunggu kontrak Pep selesai, Pellegrini lah yang menjadi manajer Man City.

Pembawaannya yang bertolak belakang dari Roberto Mancini, pelatih sebelumnya, membuat ia dijuluki The Charming Man oleh fans. Pria kelahiran Chile ini berada 3 tahun di Etihad dan tidak suka menyulut kontroversi seperti Mourinho.

Kinerjanya termasuk luar biasa. Pellegrini mengubah City menjadi tim dengan permainan paling menarik di Inggris. Selain itu, City selalu mencetak lebih dari 100 gol setiap musimnya. 156 gol yang dibuat pada musim pertama Pellegrini menjadi rekor klub sepanjang masa.

Tidak banyak manager asing yang langsung bisa merebut 2 gelar di tahun pertama melatih klub Inggris. Pellegrini mampu melakukannya dengan merebut gelar Premier League dan Piala FA. Skuad City saat itu tidaklah sebaik musim ini.

Di tahun kedua, hampir seluruh pemain mengalami penurunan performa. Hanya Sergio Aguero yang masih menjadi top skorer. City tidak mampu merebut gelar apa pun dan berada di posisi kedua liga.

Di Champion, Pellegrini pula lah yang meloloskan City dari fase grup untuk pertama kalinya. 2 musim berturut-turut bertemu dengan Barcelona di babak 16 besarlah yang menghentikan kiprah mereka.

Di tahun ketiganya, City dibawa menembus semifinal Liga Champion. Inilah pencapaian terbaik City. Selain itu, juara Piala Liga diberikan.

Setelah yakin kontrak Guardiola akan berakhir di Munchen, City seperti mendapatkan impian yang telah lama. Pengumuman awal musim kedatangan Pep mengganggu konsentrasi City. Padahal saat itu City masih berlaga di 4 kejuaraan. Akhirnya hanya satu trofi yang diraih City.

Era Guardiola.

Dengan harapan besar para pemilik klub, Guardiola memulai era kepelatihan di City. Meski demikian, ia belum bisa membahagiakan bos City.

Ada banyak faktor kegagalan Guardiola. Dimulai dari belum beradaptasinya Pep dengan gaya bola Inggris, cedera pemain andalan seperti Gabriel Jesus, Kompany, dan Guendogan, juga pemain yang sering melepas peluang. Di lini belakang, bek mulai rapuh, dan serangan sayap mulai pelan. Belum lagi keputusan wasit yang terkadang merugikan tim dan permainan bertahan tim musuh.

Pep masih memiliki banyak PR. Ia sendiri berkomentar bila ini terjadi di Barcelona atau Munchen, tidak akan ada kesempatan kedua untuknya.

Josep Guardiola masih mendapat kepercayaan untuk melatih City musim depan.

Kita tunggu apakah City bisa dibuatnya memenangkan banyak gelar seperti di Barcelona dan Munchen.


18+
most trusted

© 2012-2017 IndoSbobet88

© 2012-2017 Agen Sbobet | Judi Bola | Agen Casino Online Terpercaya