WA IndoSBOBET88

+855 976 819 167

SMS IndoSBOBET88

0852 1182 6836

BBM IndoSBOBET88

2BD74C5C

Line IndoSBOBET88

indosbobet88

Selamat datang di Indosbobet88.org Partner resmi dari sbobet online yang akan membantu anda dengan mudah untuk melakukan proses pendaftaran , deposit , withdraw tercepat hanya 2 menit , minimal deposit 50ribu , cashback sd 10%

Indosbobet88.org – Liga Champion 2017 akan segera berakhir dengan pertandingan final antara Juventus melawan Real Madrid. Dua klub besar di Eropa tersebut akan memperebutkan trofi Liga Champion yang sangat bergengsi. Jika tahun lalu, Real Madrid membawa pulang trofi tersebut maka tidak menutup kemungkinan jika trofi tersebut akan dipersembahkan pada penggemar Juventus. Membicarakan klub besar seperti Juventus tentu tak lengkap jika tidak membahas salah satu pemain berbakat yang pernah dimiliki yaitu Gianluca Pessotto.

 

Bagi penggemar muda Juventus, mungkin nama Gianluca Pessotto yang lahir di Latisana, Udine, Italia, tanggal 11 Agustus 1970 ini tidak begitu terkenal. Namun, jika anda adalah Juventini sejati yang memahami sejara Juventus pasti nama Pessotto adalah nama pemain yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa.

 

Perjalanan karir dan prestasi Gianluca Pessotto

Gianluca Pessoto sendiri mengawali karir sejak kecil dengan bergabung bersama akademi AC Milan hingga akhirnya bergabung dengan AS Varese pasa musim 1989/1990. Sejak saat itulah, karir profesional dan prestasi Gianluca Pessotto mulai terlihat meski ia semoat bergonta-ganti klub hingga akhirnya menapakkan kaki di klub raksasa Italia, Juventus pada bulan Juli 1995.

 

Banyak prestasi yang pernah diraih oleh pria Italia berumur 46 tahun itu saat bergabung bersama Juventus seperti gelar scudetto, piala Super Italia, Liga Champion pada tahun1995/1996 hingga memperkuat timnas Italia pada 9 Oktober 1996. Pesotto sendiri tercatat sebagai pemain ke-100 milik Nyonya Tua yang dipanggil oleh La Nazionale.

 

Sejak berhasil memberikan penampilan yang gemilang, prestasi Gianluca Pessotto terus merangkak naik hingga ia menjadi langganan pemain timnas karena kemampuannya menyisir sisi kanan lapangan bekerja sama dengan pemain lain. Tak heran jika, Gianluca Pessotto semakin dielukkan penggemar Juventus.

 

Perjalanan karir dan prestasi Gianluca Pessotto tidak pernah meredup meski kursi kepelatihan berubah dari Dino Zoff ke Giovanni Trapattoni yang tidak lagi menggunakan jasa pemain sekaliber Gianluca Pesotto. Sang pemain loyal pun memutuskan untuk pensiun pada musim 2005/2006.

 

Nama dan prestasi Gianluca Pessotto kembali terkenal dan menjadi perbincangan publik setelah ia berusaha melakukan percobaan bunuh diri pada tahun 2006. Hal itu terjadi setelah Juventus berhasil memenangkan piala serie A pada tahun 2005. Skandal calciopolli menyeruak yang menyebabkan gelar yang berhasil dimenangkan oleh Juventus diberikan kepada runner up, Inter Milan. Selain itu yang paling menyedihkan adalah Juventus dihempaskan ke zona degradasi sebagai bentuk hukuman akibat skandal calciopoli tersebut.

 

Sebagai seorang pemain yang telah bergabung bersama Bianconerri selama lebih dari sepuluh tahun membuat seorang pemain seperti Gianluca Pessotto terluka. Prestasi Gianluca Pessotto seolah lenyap bersamaan skandal tersebut. Namun, kini pria paruh baya tersebut telah melewati masa kelam dan tetap bekerja pada Si Nyonya Tua sebagai manajer tim. Patutlah para Juventini mengenang prestasi Gianluca Pessoto sebagai fulback kebanggaan Bianconerri sepanjang masa.


18+
most trusted

© 2012-2017 IndoSbobet88

© 2012-2017 Agen Sbobet | Judi Bola | Agen Casino Online Terpercaya